Andai Aku Bisa
andai aku bisa,
ingin aku menjadi jemari
yang tiap saat bisa berdansa
menggoreskan pena di atas kertas
lalu ku ceritakan padamu
betapa ingin tanganku merangkulmu
andai aku bisa,
ingin aku menjadi sungai
yang riaknya tak punah
walau kadang kemarau menerpa
lalu ku katakan padamu
betapa ingin selalu memberimu hidup
andai aku bisa,
ingin aku menjadi ranting
yang ringkihnya tak menjadi rintang
untuk menopang sang daun
lalu ku nyanyikan padamu
betapa ingin ku usir lirih dari penatnya tanah airmu
Tapi percayalah,
walaupun aku tak menjadi jemari
kau akan mampu menggoreskan penamu sendiri
dan menceritakan pada dunia
betapa ingin dirimu ke sekolah, mengais keping-keping ilmu
lalu menghirupnya dalam sanubarimu
sama seperti mereka
yang bangun dari tempat tidur empuk dan selimut tebal nan lembut
lalu duduk rapi di meja makan
tanpa sadar...
dirimu bahkan tertidur dalam keadaan lapar
lalu ke sekolah dengan kaki telanjang
Dan yakinlah,
walaupun aku tak menjadi sungai
kau akan mampu memberi hidup pada hidupmu sendiri
dan membisikkan doa di telinga Tuhanmu
agar Ia beridiri bersama mu
melewati kemarau yang meninggalkan retak pada tanah dan bibirmu
lalu kau pun bisa makan dengan nikmat
meski hidangan mu bukanlah hidangan yang ada di meja makan mereka
lalu kau habiskan nasi dan garam dalam piringmu
saat mereka enggan makan ayam dan ikan yang menurut mereka "ah itu itu saja"
Hiduplah seperti itu
karena Tuhan mu ada di sana
Bersamamu
No comments:
Post a Comment